Elemen vs Attribut XML

Dalam XML data/informasi dapat disimpan menggunakan attribut atau elemen child, contoh penggunaan attribut:

<anggota>
<nama telepon=”2053245″>Dani</nama>
<alamat>jl nanas no.5</alamat>
</anggota>

dalam contoh di atas terlihat data nomor telepon digunakan sebagai attribut, dalam XML tidak ada aturan khusus mengenai kapan menggunakan attribut, kapan menggunakan elemen child. Namun sebaiknya jika informasi yang kita punya dirasa berbentuk data maka alangkah lebih baiknya data tersebut kita simpan dengan menggunakan elemen child. Jadi alangkah baiknya kita tulis format XML di atas menjadi:

<anggota>
<nama>Dani</nama>
<telepon>2053245</telepon>
<alamat>jl nanas no.5</alamat>
</anggota>

** Beberapa alasan menggunakan Elemen child daripada attribut

+ Attribut tidak dapat mengandung value lebih dari satu.
+ Bila menggunakan attribut, akan repot sekali bila terjadi perubahan di masa mendatang
+ Attribut tidak dapat mendeskripsikan struktur.
+ Value attribut tidak dapat diuji dengan mudah mengggunakan DTD (digunakan untuk mendskripsikan elemen legal dalam dokumen XML)

Biasanya penggunaan attribut sering digunakan dalam pemberian ID suatu elemen atau sebagai identifier unik dari suatu elemen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s